![]() |
“Orang-orang yang level kecerdasaanya di
bawah seekor tikus akan selalu menolak nasehat kalian jika kalian tak pernah
“mengalami” hal yang kalian nasehatkan.” –Guru Mulang-- |
Di sekitar kita ada manusia-manusia yang
lebih bodoh dari seekor tikus. Merekalah manusia-manusia yang sulit dinasehati.
Jika kamu mengenal salah satunya, tak perlu repot-repot menasehati mereka.
Tidak ada gunanya.
Tikus itu hewan yang pintar. Mereka bisa
belajar dari pengalaman temannya. Aku memasang jebakan tikus berupa lembaran
plastik dengan permukaan yang super lengket di bagian rumah yang sering
dilewati tikus. Pertama kali memasang, tak butuh waktu lama dua ekor tikus
terperangkap di sana. Mereka menggelepar berusaha melepaskan diri. Namun, tentu
saja sia-sia.
Aku memasang jebakan itu lagi di tempat
yang sama. Sayangnya hingga berhari-hari kemudian tak satupun dari mereka yang
terjebak. Rupanya mereka mengetahui bahwa lembaran plastik itu adalah jebakan.
Terbukti saat mereka melompatinya dengan cekatan. Berkali-kali. Aku mencoba
memasang lembaran plastik itu di tempat lain. Nyatanya sama saja. Tak ada yang
kena.
Untuk mengetahui bahwa sebuah benda
berbahaya, bahwa benda itu adalah jebakan yang bisa saja mengakhiri hidupnya,
seekor tikus tak harus mengalaminya terlebih dahulu. Ia tak harus terjebak
untuk mengetahui jebakan. Ia bisa belajar dari melihat pengalaman temannya.
Bagaimana dengan manusia?
Tentu saja manusia juga bisa. Bahkan
manusia bisa jauh lebih baik dari seekor tikus dalam hal memeroleh pengetahuan.
Manusia bisa mengambilnya dari pengalaman orang lain, dari membaca buku,
menonton video, mendengar ceramah, dan masih banyak lagi.
Manusia mewariskan pengetahuannya kepada
generasi penerus dengan berbagai cara. Kita tak perlu repot-repot mengonsumsi
narkoba hanya untuk tahu apa saja efek-efeknya. Kita tak perlu menabrakkan diri
ke sebuah mobil yang melaju kencang hanya untuk mengetahui apakah hal itu bisa
membuat kita celaka.
Nah, orang-orang yang level kecerdasaanya
di bawah seekor tikus akan selalu menolak nasehat kalian jika kalian tak pernah
“mengalami” hal yang kalian nasehatkan.
Kalau sudah seperti ini, aku jadi ingat
satu nasehat tentang menasehati: “Berikan nasehat hanya kepada orang yang
memintanya!”
Tapi gimana, ya! Kadang kita terlanjur memedulikan orang yang salah. Duh.

Komentar
Posting Komentar
Silakan tinggalkan komentar Anda!