Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Dari Teladan ke Teladan; Ulasan Buku Dari Benih ke Pohon Cedar

Cara terbaik mengajarkan kebaikan adalah menjadi orang baik.  Dari Teladan ke Teladan Saya ucapkan terima kasih kepada penerjemah yang telah menerjemahkan buku ini ke dalam bahasa Indonesia.  Awalnya, saya mengira ini novel. Setelah membaca daftar isinya, ternyata ini adalah panduan mendidik anak secara Islami.  Pohon cedar dalam judul buku ini melambangkan manusia dewasa yang memegang teguh prinsip-prinsip Islam. Akarnya kuat menghunjam bumi, batangnya kokoh tak mudah patah, dan ranting serta daunnya lebat meneduhkan dan menjadi rumah bagi banyak hewan. Manusia yang mendapatkan pendidikan Islam diharapkan akidahnya kuat menembus sanubari sebagaimana akar pohon cedar menembus bumi. Pendiriannya tak mudah goyah layaknya batang pohon cedar yang kuat dan kokoh. Pribadinya bermanfaat bagi lingkungan dan bagi sesama manusia. Itulah gambaran harapan pendidikan dengan sistem Islam. Benih di sini adalah anak-anak yang masih bersih dari dosa-dosa. Orang tua selayaknya menjaga, mem...

Sebuah Pemaknaan Atas Gus Mus yang Meneduhkan oleh Imam Muhtar

“Waspadalah bila mempunyai kepentingan duniawi. Sering kali ia membuat kita lupa kepada hal yang jauh lebih penting dan agung.”   (K. H. A. Mustofa Bisri)  Saya mengenal Gus Mus bukan karena mendengarkan ceramah-ceramahnya. Saya mengenalnya justru ketika beliau membaca sebuah puisi. Mulanya, saya bahkan tidak tahu kalau Gus Mus adalah seorang kiai. Sampai akhirnya saya tahu bahwa beliau adalah kiai, makin kagumlah saya. Oleh sebab kekaguman itulah saya tak berpikir dua kali untuk membeli buku ini saat melihatnya di bazar beberapa tahun silam. Meski baru sempat membacanya sekarang, saya bersyukur menemukan buku ini. Harapan saya sebelum membaca buku ini adalah menemukan pemikiran-pemikiran Gus Mus yang meneduhkan dan memiliki daya pikat sebagaimana puisi-puisinya. Rupanya, isi buku ini adalah sebuah tafsir atau pemaknaan atas pikiran-pikiran, ajakan, saran, pesan, nasihat, dan pencerahan Gus Mus yang ditulis oleh Imam Muhtar. Gus Mus dikenal sebagai kiai yang mengikuti perkemba...

Membaca Sengkala Membaca Jawa

Masyarakat Jawa kuno adalah masyarakat yang berperadaban tinggi. Sayangnya, semua itu luntur tergerus zaman. Orang Jawa seperti melupakan nenek moyangnya. Sudah lama sekali saya tidak membaca buku. Apalagi meresensinya. Alhamdulillah , di bulan Ramadan ini saya berhasil membaca tuntas sebuah buku berjudul The Pakubuwono Code karya Agung Prabowo.  Buku ini adalah hasil penelitian Agung Prabowo terhadap budaya dan kehidupan masyarakat Jawa kuno. Agung Prabowo sendiri adalah dosen dan peneliti di bidang matematika. Kecintaannya pada matematika telah membawanya meneliti berbagai budaya Jawa kuno yang bersinggungan dengan matematika seperti sengkala, kalender, hingga angka nol dalam tradisi Jawa. Oke, langsung saja kita bahas. Pertama, saya ingin menyampaikan ekspektasi saya terhadap buku ini. Dari judul bukunya, saya berharap akan menemukan sesuatu yang menegangkan seperti cerita-cerita konspirasi yang dibungkus dengan macam-macam kode rahasia yang akhirnya berhasil dibongkar oleh pe...