Langsung ke konten utama

Di Sana

Konon ada negeri sangat kaya. Tanahnya sangat subur. Di sana, tongkat kayu jadi tanaman. Di sana, semuanya bisa tumbuh kecuali keadilan. Sumber daya lautnya tiada tanding, sampai ada lirik lagu: bukan lautan tapi kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu, tiada badai tiada topan kautemui, ikan dan udang menghampiri dirimu. Garis pantainya salah satu yang terpanjang di dunia. Hasil tambangnya tak habis dikeruk tujuh turunan. Tak cuma tanah dan lautnya, bahasa, budaya, adat istiadat, dan bahkan manusianya paling beragam di dunia.

Namun, meski tanahnya subur, petani-petani di sana hidup menderita. Bagaimana tidak, pupuk sulit didapat. Saat panen, pasar-pasar dipenuhi impor dari negeri lain. Hasil panen jatuh bebas, dibuang ke sungai-sungai, dibiarkan membusuk, tak ada harganya. Modal berjuta-juta menguap. Utang sana-sini jadi solusi supaya dapur tetap ngebul.

Lahan-lahan yang subur lebih sering digarap orang tua renta. Pemudanya lebih tergoda pekerjaan di kota-kota besar yang lebih menjanjikan kemapanan dan lebih bergengsi. Bertani tak lagi diminati sebab kotor, bau, dan tak bisa dibanggakan di depan calon mertua. Para petani menua tanpa ada penerusnya. Lucunya, para pemimpinnya berteriak-teriak, "Swasembada, swasembada, swasembada. Kita akan mewujudkan swasembada pangan."

Di sana, meski lautnya kaya sumber daya, nelayan-nelayannya menderita. Laut dipagari, diuruk, dibiarkan dijamah bangsa asing. Bahan bakar sering tak terbeli. Kapal-kapal terpaksa parkir di dermaga tanpa melaut. Nelayan-nelayannya berpenghasilan tak menentu, sering tak cukup untuk mengganti biaya bahan bakar mereka.

Di sana, di negeri yang katanya beradab dan berbudaya, pencari kebenaran diteror, dicaci maki, disiram air keras, dipenjara. Di sisi lain, koruptor disanjung dan dipuja-puja, bahkan menjadi pemimpin negeri. Anak-anak diajari moralitas, tapi orang dewasa berbuat culas, uang pelicin dianggap jalan pintas. Anak-anak diceramahi bahaya korupsi menggerogoti negeri, tetapi pejabatnya korupsi setiap hari. Pejabatnya dipilih berdasarkan elektabilitas bukan intelektualitas, apalagi moralitas.

Di sana, para siswa diminta membaca buku demi meningkatkan literasi, meskipun mereka tak punya buku di rumahnya. Harga buku bisa setara kebutuhan hidup selama beberapa hari. Bukannya disubsidi agar terbeli, buku malah dipajaki begitu tinggi. Di sekolah-sekolahnya tak ada perpustakaan. Kalaupun ada, buku-bukunya tak bermutu, ketinggalan zaman, berdebu di pojokan rak, dan dibiarkan dimakan rayap. Jangankan untuk membeli buku atau membangun perpustakaan, gedung-gedung sekolahnya saja terlampau banyak yang tidak layak.

Apakah negeri itu benar-benar kaya?

Anak-anak diminta bercita-cita setinggi-tingginya, bercita-cita menjadi apa saja, saat gedung-gedung sekolah miring butuh disangga. Tempat yang harusnya menjadi awal buat mereka menggapai cita-citanya justru koyak di sana-sini, dibiarkan membusuk dimakan waktu. Anak-anak putus sekolah di mana-mana, mengemis, meminta-minta. Mereka dieksploitasi, dipertontonkan demi konten, dibuang, dibiarkan kebingungan seolah-olah kehadirannya tak diinginkan.

Di sana, restoran mewah tumbuh subur di tengah keluarga-keluarga kecil yang untuk makan saja harus menghitung uangnya karena takut tidak cukup. Ketimpangan antara si kaya dan si miskin semakin nyata. Gedung-gedung dibangun semakin tinggi. Namun, rumah-rumah semakin sempit. Lahan pertanian menghilang berganti permukiman padat yang kumuh dan sesak.

Banyak rumah sakit berdiri megah menjulang, dipenuhi peralatan canggih di dalamnya. Namun, orang-orang menunda berobat karena tak punya uang, menahan sakit berhari-hari takut biaya pengobatan menghabiskan tabungan bertahun-tahun, terpaksa datang ke rumah sakit ketika sudah terlalu parah. Di negeri yang katanya menjunjung tinggi kemanusiaan, orang miskin tak boleh sakit sebab ia akan dicaci maki dan dianjurkan untuk mati saja oleh dokter yang seharusnya mengobatinya.

Di kota-kota besar, rumah sakit berdiri berdekatan. Di pelosok negeri, satu nakes harus melayani begitu banyak orang. Jarak antara orang sakit dan pertolongan kadang bukan sekadar beberapa kilometer, tetapi berjam-jam perjalanan melewati jalan rusak, sungai, dan pegunungan.

Di sana, katanya semua orang memiliki hak yang sama di depan hukum. Namun, hukum lebih tajam kepada yang lemah dan tumpul kepada pemilik uang dan kekuasaan. Orang mencuri karena lapar dipukuli sampai mati, koruptor rakus pencuri triliunan uang rakyat masih bisa tersenyum di depan kamera. Penjara penuh orang-orang yang tak punya kuasa, sementara orang berkuasa diberi celah agar tidak pernah benar-benar merasakan pedihnya hukuman atas tindakannya.

Katanya keadilan bagi seluruh rakyat. Namun, orang miskin menghadapi keadilan dengan tangan kosong. Mereka tidak punya pengacara mahal, koneksi, dan tidak punya siapa-siapa untuk mengetuk pintu kekuasaan. Di sisi lain, mereka yang kaya raya dan berkuasa menyewa banyak kepala untuk membela satu perkara. Pada akhirnya, kebenaran harus berjuang melawan sesuatu yang jauh lebih kuat: uang. Maju tak gentar membela yang bayar. Begitulah yang sering terjadi di negeri itu.

Di negeri itu, hutan-hutannya paru-paru dunia. Pohon-pohonnya berumur ribuan tahun, menyimpan air, menjaga tanah, menjadi rumah bagi jutaan kehidupan. Namun, satu demi satu pohon ditebang, hutan dibuka, tanah dikeruk, gunung dibelah. Ketika banjir datang, mereka menyebutnya bencana alam. Ketika tanah longsor menelan rumah dan manusia, mereka menyebutnya musibah.

Di sana, listrik menerangi gedung-gedung pencakar langit, pusat perbelanjaan, hotel, dan kawasan industri. Namun, rumah-rumah rakyat di perbatasan gelap ketika malam tiba. Mereka menggali batu bara dari tanah sendiri, menjualnya ke berbagai penjuru, tetapi listrik untuk rakyatnya justru sering dipadamkan bergiliran.

Masyarakat membayar pajak untuk membangun negeri. Mereka bekerja, berdagang, membeli barang, dan menyisihkan sebagian penghasilannya untuk negari. Namun, ketika jalan rusak, mereka harus mengeluh sendiri. Ketika fasilitas umum buruk, mereka harus menerima sendiri. Ketika pelayanan publik lambat, mereka harus menunggu sendiri. Mereka membayar untuk mendapatkan pelayanan, tetapi kadang masih harus membayar lagi agar pelayanan itu bergerak lebih cepat.

Di sana, kendaraan semakin banyak, jalan semakin lebar, tetapi waktu tempuh justru semakin panjang. Kota-kota dibangun untuk memudahkan manusia bergerak, tetapi manusia semakin lama terjebak dalam kemacetan. Orang-orang berangkat pagi sekali agar tidak terlambat bekerja, lalu pulang ketika hari hampir berganti. Rumah hanya menjadi tempat tidur. Hidup akhirnya habis di antara rumah, jalan, dan tempat kerja.

Para buruh membuat barang-barang yang memenuhi toko-toko dan pusat perbelanjaan. Mereka membuat pakaian mahal, merakit barang elektronik, mengemas makanan, membangun gedung-gedung tinggi. Namun, mereka sendiri harus berpikir berkali-kali sebelum membeli barang yang mereka hasilkan. Tangan mereka membangun kemewahan, tetapi kehidupan mereka jauh dari kata mewah. Bahkan mungkin jauh dari kata layak.

Di negeri itu, guru-guru diminta mencerdaskan kehidupan bangsa. Mereka disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Mereka diminta menjadi teladan, mendidik dengan hati, membuat administrasi, mengikuti pelatihan, mengejar berbagai target, mengisi berbagai laporan, dan menghadapi puluhan bahkan ratusan karakter siswa setiap hari. Namun, guru juga manusia. Mereka punya keluarga, punya kebutuhan, punya lelah. Negeri itu terlalu sibuk menyebut guru sebagai pahlawan sampai lupa bahwa seorang pahlawan juga perlu dihargai dan disejahterakan.

Pendidikan disebut sebagai jalan keluar dari kemiskinan. Namun, untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas, seseorang sering kali membutuhkan uang yang tidak sedikit. Ada sekolah yang lengkap dengan laboratorium, perpustakaan, lapangan, komputer, dan berbagai fasilitas. Ada pula sekolah yang atapnya bocor ketika hujan. Mereka menyuruh semua anak berlari menuju garis akhir yang sama, tetapi sebagian anak berlari dengan sepatu, sebagian tanpa alas kaki, dan sebagian lagi bahkan belum diberi kesempatan untuk berlari.

Di sana, bahasa daerah jumlahnya begitu banyak hingga negeri ini disebut kaya akan bahasa. Namun, sebagian bahasa itu perlahan-lahan kehilangan penuturnya. Anak-anak semakin jarang menggunakannya. Orang tua semakin jarang mengajarkannya. Ketika suatu hari sebuah bahasa benar-benar hilang, mereka akan sibuk membuat seminar untuk membicarakan betapa pentingnya bahasa tersebut. Mereka baru menyadari nilai sesuatu setelah kehilangan sesuatu itu.

Mereka begitu mudah menghakimi kehidupan orang lain. Seseorang yang miskin dianggap malas. Seseorang yang gagal dianggap bodoh. Seseorang yang tidak punya pekerjaan dianggap tidak mau berusaha. Mereka menilai hasil akhirnya tanpa pernah bertanya seperti apa jalan panjang yang telah dilalui. Mereka menuntut orang miskin bekerja lebih keras, tetapi jarang bertanya mengapa kesempatan untuk bekerja layak tidak dibagikan secara adil.

Di sana, berita buruk menjadi tontonan. Kesedihan seseorang menjadi konten. Kemiskinan bisa menjadi bahan video. Musibah bisa menjadi bahan siaran langsung. Tangisan orang lain bisa mendatangkan jutaan penonton. Mereka mengatakan bahwa mereka peduli, tetapi kadang kepedulian itu berhenti pada tombol suka, komentar, dan tombol bagikan.

Orang-orang berlomba menjadi terkenal. Bukan karena karya, pengetahuan, atau pengabdian, tetapi karena kontroversi. Semakin gaduh seseorang, semakin banyak perhatian yang didapat. Semakin sensasional sebuah berita, semakin cepat menyebar. Orang yang bekerja diam-diam membangun negeri jarang masuk televisi, sementara orang yang membuat kegaduhan bisa menjadi bintang dalam semalam.

Mereka berlomba menunjukkan kehidupan terbaiknya di media sosial. Rumah mewah, makanan mahal, kendaraan canggih, liburan ke tempat-tempat menakjubkan. Semua bahagia di depan kamera. Namun, di balik itu orang-orang terlilit utang demi terlihat mampu, membeli sesuatu bukan karena butuh, tetapi karena takut dianggap tidak mengikuti zaman. Negeri itu mengajarkan kebahagiaan bisa dibeli lalu membuat orang-orang miskin merasa bersalah karena tidak mampu membelinya.

Kejujuran diajarkan sebagai nilai luhur sejak anak-anak masih duduk di bangku sekolah. Jangan menyontek. Jangan berbohong. Jangan mengambil sesuatu yang bukan milikmu. Namun, ketika dewasa, mereka menemukan bahwa dunia tidak selalu memberi hadiah kepada orang yang jujur. Kadang orang yang jujur justru dianggap bodoh karena tidak mau mengambil kesempatan. Orang yang memilih jalan lurus harus berjalan lebih jauh daripada mereka yang memilih jalan pintas.

Di sana, semua orang mencintai negeri itu.

Sebab negeri itu memang kaya.

Sangat kaya.

Tanahnya kaya. Lautnya kaya. Hutannya kaya. Tambangnya kaya. Budayanya kaya. Manusianya kaya akan kreativitas dan daya juang.

Tetapi entah mengapa, di negeri yang begitu kaya itu, masih terlalu banyak manusia yang hidup dalam kemiskinan.

Suatu hari nanti, anak-anak negeri itu akan bertanya dengan pertanyaan yang menyakitkan:

“Kalau negeri kami begitu kaya, mengapa kami masih hidup seperti ini?”

Pada akhirnya yang tersisa dari negeri itu hanyalah pertanyaan, pertanyaan, dan pertanyaan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RPP, Lembar Kerja, dan Materi Ekosistem dan Hubungan Makhluk Hidup - Materi IPA Kelas 5 - Kurikulum 2013

Halo, Bapak/Ibu Guru! Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi materi pembelajaran dan RPP lengkap untuk tema Ekosistem dan Hubungan Antar Makhluk Hidup yang diajarkan di kelas 5. Materi ini merupakan bagian penting dalam pelajaran IPAS karena mengajarkan siswa untuk memahami bagaimana makhluk hidup saling bergantung satu sama lain serta bagaimana lingkungan memengaruhi kehidupan mereka. Dalam pembelajaran ini, siswa diajak mengenal berbagai komponen ekosistem, baik biotik maupun abiotik, serta memahami bentuk-bentuk interaksi antarmakhluk hidup, seperti simbiosis, predasi, dan kompetisi. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan sejak dini. Materi dan RPP yang saya bagikan ini dirancang agar mudah digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, baik secara langsung di kelas maupun dalam pembelajaran jarak jauh. Semoga dapat membantu Bapak/Ibu dalam menyiapkan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Silakan unduh melalui tautan be...

“Saeka Kapti di Bawah Langit MetroBara: Kisah Semangat, Kebersamaan, dan Harapan pada HUT ke-30 MTs N 2 Banjarnegara”

Pagi itu, Selasa, 2 Desember 2025, halaman MTs Negeri 2 Banjarnegara berubah menjadi lautan manusia yang bergerak serempak. Dari kejauhan, barisan siswa tampak seperti pola geometris raksasa yang tersusun rapi, memanjang hingga ke sudut-sudut lapangan. Langit biru dengan awan tipis yang tertiup angin menjadi latar yang pas untuk perayaan besar: Hari Ulang Tahun ke-30 MTs N 2 Banjarnegara, yang akrab disebut MetroBara. Meski matahari naik cepat dan cuaca mulai terasa terik, semangat para siswa justru seolah mengimbangi panas yang turun dari langit. Tepat pukul 08.00, suara musik Melayu menggema, mengalun ritmis dan penuh energi. Dalam hitungan detik, 1.039 siswa mulai menggerakkan tangan, bahu, dan langkah secara serempak dalam Tari Melayu Massal —pertunjukan pembuka yang menjadi ikon perayaan HUT MetroBara tahun ini. Dari atas gedung lantai dua, pemandangan itu tampak menakjubkan: barisan siswa bergerak harmonis seperti ombak yang menyapu pantai. Kostum serba hitam berpadu dengan ...

13 Rekomendasi Film Inspiratif Untuk Anak-Anak; Cocok Untuk Mengisi Liburan Sekolah

"Film ini bercerita tentang seorang alien rindu kampung halaman yang mendaratkan pesawat ruang angkasanya di dekat Hutan Afrika yang penuh warna. Teman-teman hewan barunya perlu membawanya kembali ke kapalnya dan mengajarinya tentang persahabatan dan kesenangan sebelum ayahnya yang Penakluk Luar Angkasa dapat mengambil alih planet bumi ini." -- Jungle Beat: The Movie -- 13 Film Inspiratif Dalam dan Luar Negeri           Untuk mengisi kegiatan selama pesantren kilat di madrasah, aku ditugasi mengunduh film yang cocok untuk anak-anak MI. Kelas 1 dan 2 direncanakan menonton pada hari Senin, sedangkan kelas 3 hingga 6 pada hari Selasa. Aku dapat tugas mencari film untuk kelas 3 hingga 6. Agak susah mencari film untuk kelas 3 hingga 6 karena kriteria yang diberikan kepala sekolah adalah harus inspiratif.           Masalahnya, anak-anak sekarang mudah sekali bosan. Mereka terbiasa menikmati video-video pendek yang sangat menarik de...

Tugas dan Materi Kalimat Tanggapan dan Saran; Materi Bahasa Indonesia Kelas 5; Kurikulum Merdeka

Sumber gambar: Kompasiana.com "Semoga dengan belajar tanggapan dan saran, kamu menjadi lebih bijaksana dalam bermain media sosial seperti tik-tok, quora, facebook, instagram, x, dan lain-lain. Mengenal Kalimat Tanggapan Pernahkah kamu berkomentar di media sosial? Berkomentar di media sosial merupakan bentuk tanggapan. Pelajaran kita kali ini bertujuan agar kalian semakin bijaksana dalam bermain media sosial, tidak asal komentar, menghargai pendapat orang lain, dan terhindar dari berita bohong alias hoax. Ok, langsung saja! Kalimat tanggapan bisa diartikan sebagai reaksi yang kita berikan terhadap suatu peristiwa atau suatu hal dalam bentuk kalimat. Kamu bisa memberikan tanggapan berupa dukungan, persetujuan, bahkan penolakan. Kamu juga bisa mengungkapkan perasaanmu sebagai bentuk tanggapan. Perhatikan Hal-hal Ini Untuk memberikan tanggapan ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Kesantunan . Ketika memberikan tanggapan, pastikan bahasa yang kamu gunakan santun...

Unsur Bahasa dalam Teks Deskripsi: Kata Konkret, Kalimat Perincian, dan Majas Personifikasi

Unsur Bahasa dalam Teks Deskripsi: Kata Konkret, Kalimat Perincian, dan Majas Personifikasi Dalam menulis teks deskripsi , kita tidak hanya perlu memahami struktur dan isi, tetapi juga perlu menggunakan unsur kebahasaan tertentu agar deskripsi menjadi lebih hidup, jelas, dan menarik. Tiga unsur penting yang sering digunakan dalam teks deskripsi adalah: Kata konkret Kalimat perincian Majas personifikasi 1️⃣ Kata Konkret 📌 Pengertian Kata konkret adalah kata yang dapat ditangkap oleh indra manusia : bisa dilihat, didengar, dicium, diraba, atau dirasakan. Kata konkret membuat tulisan menjadi nyata dan mudah dibayangkan . 🔍 Contoh Kata Konkret: Bau harum , warna merah , suara gemericik , pasir halus , langit biru , daun kering ✍️ Contoh Kalimat Deskriptif: Di bawah pohon rindang itu, rumput hijau tumbuh rapat , angin sepoi-sepoi berhembus pelan , dan cahaya matahari menyinari dedaunan . ✔️ Kalimat ini menggunakan kata konkret seperti rumput hijau , angin sepoi...

Memahami Makna Imbuhan Ter- Dalam Bacaan; Materi Bahasa Indonesia Kelas 5 Kurikulum Merdeka

Manfaat kita belajar mengenai imbuhan ter- adalah agar kita semakin baik dalam berkomunikasi. Komunikasi dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Semua manusia tak bisa hidup tanpa berkomunikasi karena manusia adalah makhluk sosial. Tujuan Belajar Tujuan kita belajar kali ini adalah untuk mengetahui apa saja makna atau fungsi dari imbuhan ter- dalam sebuah kalimat. Selain itu, tujuan kita belajar kali ini adalah agar kita mampu menggunakan imbuhan ter- dengan benar. Manfaat kita belajar mengenai imbuhan ter- adalah a gar kita semakin baik dalam berkomunikasi. Komunikasi dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Semua manusia tak bisa hidup tanpa berkomunikasi karena manusia adalah makhluk sosial. Semakin baik kamu berkomunikasi semakin terlihat bahwa kamu orang yang berwawasan luas. Maka dari itu, pelajari materi kali ini dengan sungguh-sungguh, ya! Mengenal Imbuhan Imbuhan merupakan bunyi tambahan yang disisipkan pada sebuah kata, baik pada awal, tengah, akhir, atau awal d...

Soal Ulangan Harian Bahasa Indonesia Kelas 5 BAB 4 Materi Imbuhan, Kalimat Tanggapan, Pantun, dan Pidato

Setiap hari adalah kesempatan baru untuk belajar dan berkembang. Yap! Betul sekali. Kita harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk belajar dan berkembang agar hidup kita lebih bermakna.  Kali ini, gurumulang membuatkan Soal Ulangan Harian Bahasa Indonesia BAB 4 Materi Imbuhan, Kalimat Tanggapan, Pantun, dan Pidato. Silakan klik tautan berikut untuk mengerjakan soal: 👉 [ KERJAKAN SOAL ] Kamu bisa langsung tahu skor yang kamu dapatkan, lho! Nanti tulis di kolom komentar, ya, skor yang kamu dapatkan. Kamu juga bisa langsung kerjakan soalnya di sini 👇  Memuat… Latihan soal lainnya: Latihan Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) Mapel Bahasa Jawa Kelas 4 Latihan Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) Mapel Bahasa Arab Kelas 4 Latihan Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) SKI Kelas 4 Latihan Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) Mapel Bahasa Inggris Kelas 4

Memperkaya Kosakata Siswa dengan Permainan Sambung Kata

"Permainan sambung kata bertujuan memperkaya kosakata siswa  terkait   tema-tema tertentu yang diinginkan." Kemampuan berpikir erat kaitannya dengan kemampuan berbahasa. Semakin pandai berbahasa semakin baik pula kemampuan berpikir. Agar kemampuan berbahasa meningkat, salah satu caranya dengan memperbanyak kosakata yang kita ketahui. Semakin banyak semakin baik. Permainan sambung kata bertujuan memperkaya kosakata siswa terkait tema-tema tertentu yang diinginkan. Saya akan menjelaskan aturan dasar bermain sambung kata terlebih dahulu. Dari aturan dasar, kita bisa kembangkan menjadi berbagai variasi. Baiklah, langsung saja. Beginilah aturan dasar dari permainan sambung kata: 1.      Peserta pertama menulis sebuah kata di papan tulis. Misalnya “TAHU”. 2.     Peserta kedua menulis kata yang huruf awalnya U misalnya “UANG”. Huruf awal U diambil dari huruf terakhir kata “TAHU” yang ditulis oleh peserta pertama. 3.  Peserta ketiga menul...

Download Games Pembelajaran Interaktif Ular Tangga Tanpa Dadu Hanya Pakai Ms. Word Cocok Untuk Kelas Anda!

Bapak/Ibu yang semoga selalu dirahmati Allah. Pada kesempatan kali ini gurumulang.blogspot.com akan membagikan sebuah games interaktif ular tangga yang bisa dimainkan di dalam kelas agar pembelajaran menjadi lebih menarik.  Games ular tangga merupakan game papan yang klasik tapi asyik. Kita memajukan bisak setelah melempar dadu. Jika dadu yang kita dapatkan adalah dua mata dadu, maka kita melangkahkan bidak sebanyak dua kotak.  Jika bidak kita menduduki kotak bertangga, maka bisak kita akan naik sesuai dengan panjang tangga itu. Namun, jika dadu kita menduduki kotak dengan ular, maka bidak kita harus turun sesuai dengan panjang ular tersebut.  Pemenang permainan ini adalah bidak yang mencapai kotak finish terlebih dahulu.  Agar games ini dapat lebih bermanfaat saat digunakan dalam pembelajaran maka kita perlu menambahkan aturan baru. Aturan itu adalah, sebelum siswa mengambil dadu untuk dilempar, mereka harus menjawab pertanyaan terlebih dahulu. Jika benar, barulah m...

Teks Deskripsi - Materi Bahasa Indonesia Kelas 7 - Fase D

TEKS DESKRIPSI Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan sangat sering menemukan teks deskripsi. Misalnya, saat kita berbelanja secara online, kita sering menemukan teks deskripsi dalam sebuah produk. Penjual perlu mendeskripsikan produknya dengan jelas agar pembeli dapat memilih barang yang mereka butuhkan dengan tepat. Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari tentang teks deskripsi. Bacalah materi berikut ini dengan saksama! Tanyakan kepada gurumu jika ada bagian yang sulit kamu pahami! Mengapa Kamu Perlu Mempelajari Teks Deskripsi? Adalah sebuah kekonyolan jika kamu mempelajari sesuatu tanpa tahu manfaatnya apa. Tapi, kekonyolan ini pun terkadang masih lebih baik dari pada tidak mempelajari apapun dalam hidupmu. Kalau kamu tahu apa manfaat mempelajari sesuatu, kamu bisa memutuskan akan mempelajarinya dengan tekun atau tidak sama sekali. Maka dari itu, mari kita bahas terlebih dahulu apa saja manfaat mempelajari teks deskripsi. Beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh dengan...