Langsung ke konten utama

The Power of Language: Mengubah Diri untuk Mengubah Cara Berbahasa

"Kita perlu memiliki kesadaran terhadap pikiran dan perasaan kita sendiri. Kesadaran itu penting agar kita mampu mengendalikan keduanya. Jika kita tidak mengenal dan memahami pikiran serta perasaan kita, kita tidak akan mampu mengendalikannya. Sebaliknya, kitalah yang akan dikendalikan oleh pikiran dan perasaan tersebut."  - ABR -

The Power of Language: Mengubah Diri untuk Mengubah Cara Berbahasa

Beberapa buku tentang bahasa biasanya langsung membahas teknik berbicara, menulis, atau berkomunikasi. Namun, The Power of Language menawarkan pendekatan yang berbeda. Buku ini mengajak pembaca melihat bahwa kemampuan berbahasa bukan semata-mata persoalan kosakata, tata bahasa, atau teknik komunikasi, melainkan persoalan pengembangan diri. Sebelum seseorang mampu berbicara dengan baik, ia perlu memahami dirinya sendiri terlebih dahulu.

Saya sebenarnya sudah lama membeli buku ini, tetapi baru sempat membacanya ketika liburan beberapa hari yang lalu. Kesan pertama yang saya dapatkan berasal dari desain sampulnya yang sederhana namun elegan. Warna putih yang mendominasi dengan ilustrasi sebuah mangkuk beserta bayangannya memberikan kesan tenang sekaligus filosofis. Ternyata, mangkuk tersebut bukan sekadar hiasan. Penulis menjelaskan bahwa mangkuk adalah simbol kesiapan seseorang untuk menerima perubahan dan ilmu pengetahuan.

Menurut penulis, kedewasaan seseorang dapat ditinjau dari besarnya “mangkuk kesiapan” yang dimilikinya. Orang yang memiliki mangkuk kesiapan yang besar akan lebih mudah mempelajari bahasa dan menggunakannya dengan baik. Karena itu, langkah pertama dalam belajar bahasa bukanlah menghafal kosakata atau mempelajari teori, melainkan memperbesar mangkuk kesiapan tersebut. Caranya adalah dengan mengembangkan rasa percaya diri dan membiasakan diri mengekspresikan emosi secara tepat. Tanpa kedua hal itu, perkembangan kemampuan berbahasa akan sulit dicapai.

Buku ini memaparkan delapan tahap pengembangan bahasa yang dapat ditempuh seseorang untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi. Pada bagian akhir, penulis juga menyajikan berbagai contoh tokoh besar dunia yang berhasil memengaruhi banyak orang melalui penggunaan bahasa yang efektif.

Tahap pertama yang dibahas adalah pengembangan diri. Di bagian ini, penulis kembali menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri dan kemampuan mengelola perasaan. Untuk menjadi lebih percaya diri, seseorang harus terlebih dahulu mengenali dirinya sendiri: memahami pikirannya, mengenali perasaannya, serta menyadari bagaimana ia biasanya merespons berbagai peristiwa dalam hidup.

Dengan kata lain, kita perlu memiliki kesadaran terhadap pikiran dan perasaan kita sendiri. Kesadaran itu penting agar kita mampu mengendalikan keduanya. Jika kita tidak mengenal dan memahami pikiran serta perasaan kita, kita tidak akan mampu mengendalikannya. Sebaliknya, kitalah yang akan dikendalikan oleh pikiran dan perasaan tersebut.

Penulis mengajak pembaca memandang dirinya dan kehidupannya sebagai sebuah karya yang tidak dapat digantikan oleh orang lain. Kita perlu menjadi pribadi yang unik dan tak tergantikan. Sebab, jika posisi kita dapat digantikan dengan mudah oleh siapa saja, kita bukanlah sebuah karya, melainkan sekadar komoditas. Untuk menjadikan hidup sebagai sebuah karya, kita harus menjalankan berbagai peran dalam kehidupan sebaik mungkin. Dan semua itu berawal dari kemampuan mengamati diri sendiri. Kita hanya bisa memahami posisi kita melalui pengamatan yang jujur terhadap diri kita.

Hal berikutnya yang perlu diupayakan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa adalah memperbaiki sudut pandang. Salah satu kutipan yang menarik perhatian saya berbunyi:

«“Meskipun dunia sendiri bersifat objektif, kita melihatnya secara subjektif.” (hlm. 35)»

Melalui gagasan ini, penulis mengingatkan bahwa cara kita memandang dunia sangat menentukan cara kita memahami dan mengungkapkannya melalui bahasa. Jika ingin mengubah sudut pandang, kita harus memiliki keberanian untuk mempertanyakan hal-hal yang selama ini kita anggap pasti. Kita perlu berani mengganti tanda titik dengan tanda tanya.

Menurut saya, bagian ini merupakan salah satu bagian paling menarik dalam buku. Penulis menegaskan bahwa pertanyaan yang tepat sering kali lebih berharga daripada banyak jawaban yang tergesa-gesa. Orang yang berhenti bertanya bisa jadi tidak lagi menemukan sesuatu yang penting bagi dirinya, atau bahkan kehilangan gairah intelektualnya.

Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat begitu banyak sudut pandang. Biasanya selalu ada satu sudut pandang yang dominan dan diterima oleh kebanyakan orang. Jika ingin mengembangkan cara berpikir yang lebih luas, kita tidak cukup hanya mengikuti arus. Kita perlu menguji sudut pandang yang dominan tersebut, mempertanyakannya, lalu perlahan membangun sudut pandang kita sendiri.

Buku ini juga mengangkat gagasan tentang kesetaraan intelektual. Ide tersebut cukup menarik untuk direnungkan. Namun, saya pribadi merasa bahwa gagasan itu tidak sepenuhnya dapat diterima begitu saja. Dalam kenyataannya, manusia mungkin memang tidak memulai kehidupan dari titik yang sama. Ada perbedaan latar belakang, kesempatan, pengalaman, dan kemampuan yang membuat kondisi setiap orang berbeda sejak awal. Meski demikian, saya memahami bahwa yang ingin ditekankan penulis adalah pentingnya memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk terus belajar dan mengembangkan potensinya.

Dalam bagian lain, penulis mengutip berbagai pemikir yang mendorong pembaca untuk memperdalam kualitas berpikirnya. Brecht, misalnya, mendesak kita membaca tulisan-tulisan yang sulit dan tidak nyaman dibaca. Sementara itu, Zeng Shen mengajak kita merenungkan persoalan hidup dan mati secara mendalam. Ketika kita mendekatkan diri pada kata-kata dan gagasan semacam itu, kecerdasan kita pun berkesempatan berkembang menjadi lebih dalam.

Selain gagasan-gagasan filosofis, buku ini juga memuat berbagai prinsip praktis dalam berbicara. Pembaca diajak memahami dasar-dasar berbicara secara seimbang, menghindari sikap sok tahu, berhati-hati terhadap orang yang merasa paling tahu, serta belajar memahami sesuatu tanpa harus selalu menyetujuinya.

Ada satu pelajaran menarik yang saya catat: orang yang paling banyak berbicara belum tentu menjadi pihak yang mendominasi percakapan. Sebaliknya, pihak yang tampak menyerah begitu saja justru kadang perlu diwaspadai. Penulis juga mengingatkan pentingnya kejujuran dalam berbicara dan kebiasaan berpikir sebelum berbicara. Semua prinsip itu pada akhirnya mengarahkan kita menjadi pengamat yang tajam. Tanpa kemampuan mengamati, kita tidak akan mampu memahami orang lain maupun diri sendiri secara mendalam.

Bagi pembaca yang ingin menemukan cara berbicara yang lebih segar dan bermakna, buku ini menawarkan beberapa langkah sederhana. Pertama, menuangkan pikiran ke dalam tulisan. Pikiran yang sudah ditulis dapat dievaluasi, diperbaiki, lalu kembali menjadi bagian dari diri kita dalam bentuk yang lebih matang. Pikiran yang kaya akan menghasilkan pembicaraan yang kaya pula.

Kedua, ketika memberikan pujian atau kritik, cobalah menyampaikan sesuatu yang baru dan belum pernah didengar oleh lawan bicara. Dengan demikian, kata-kata kita menjadi lebih berkesan dan bernilai.

Ketiga, fokuslah pada isi yang paling penting. Hiasan dan gaya bahasa hanyalah pelengkap. Substansi tetap menjadi inti dari komunikasi yang baik.

Bagian akhir buku berisi berbagai contoh penggunaan bahasa oleh tokoh-tokoh besar dunia. Dari bagian ini, saya mendapatkan ide menarik untuk mempelajari bahasa melalui kutipan-kutipan dan perkataan bijak para tokoh dunia. Rasanya, pendekatan semacam itu bisa menjadi bahan sebuah buku yang menarik untuk ditulis.

Sebagai seorang guru, saya juga berusaha menarik berbagai pemikiran dalam buku ini ke dalam praktik pendidikan. Buku ini mengingatkan saya bahwa menginspirasi orang lain bukanlah soal menunjukkan kelebihan diri sendiri. Menginspirasi justru berawal dari kepedulian kepada lawan bicara, membantu mereka menyadari hal-hal kecil yang dapat membawa dampak besar dalam hidup mereka.

Salah satu kutipan penutup yang menurut saya sangat relevan untuk kehidupan sehari-hari adalah:

«“Mari kita jaga bentuk dan kesopanan dalam tutur kata kita. Dengan begitu, orang-orang akan lebih memperhatikan apa yang kita ucapkan. Sebaliknya, ketika kita mendengarkan ucapan orang lain, tidak perlu terlalu fokus kepada bentuk dan kesopanan dalam kata-katanya. Dengan begitu, kita tidak akan melukai hati orang lain dan kita juga tidak akan mudah terluka akibat kata-kata orang lain.” (hlm. 172)»

Kutipan tersebut merangkum semangat utama buku ini: berbicara dengan baik bukan hanya tentang bagaimana kita menyampaikan pesan, tetapi juga tentang bagaimana kita memandang diri sendiri, memahami orang lain, dan menjalani kehidupan dengan lebih bijaksana.

Profil Penulis

Shin Do Hyun

Shin Do Hyun adalah seorang ahli ilmu humaniora yang menempuh pendidikan di Jurusan Filsafat dan Jurusan Bahasa Korea. Sejak muda hingga sekarang, ia terus mendalami filsafat dan gemar membaca karya-karya klasik dari Barat maupun Timur. Ia meyakini bahwa upaya mengubah dunia harus berjalan seiring dengan upaya mengubah diri sendiri agar menghasilkan perubahan yang sesungguhnya.

Keyakinan itulah yang mendorongnya mempelajari bahasa dan tutur kata secara mendalam. Hasil dari proses tersebut kemudian melahirkan The Power of Language. Melalui nama penanya, “Mok-in”, yang diberikan oleh guru yang sangat dikaguminya, ia berharap dapat hidup seperti pohon yang mencintai diri sendiri dan dunia dengan sederhana.

Yoon Na Ru

Yoon Na Ru adalah pengajar bahasa Korea dan menulis di sebuah SMA di Seoul. Ia dikenal sebagai penulis melalui karya-karya esainya. Ketertarikannya pada ilmu humaniora bermula dari filsafat karena ia ingin menghasilkan tulisan yang lahir dari pemikiran yang benar-benar dimilikinya sendiri.

Buku The Power of Language merupakan salah satu buah dari perjalanan intelektual tersebut. Ia bertekad untuk terus belajar agar dapat menghasilkan tulisan-tulisan baru yang mendalam dan tidak dibatasi oleh pandangan orang lain.

Penutup

The Power of Language bukanlah buku tentang retorika atau teknik berbicara semata. Buku ini lebih tepat dipahami sebagai buku pengembangan diri yang menggunakan bahasa sebagai pintu masuknya. Melalui perpaduan filsafat, psikologi, dan praktik komunikasi, penulis mengajak pembaca menyadari bahwa kualitas bahasa seseorang pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas dirinya. Karena itu, sebelum belajar berbicara kepada dunia, kita perlu terlebih dahulu belajar memahami diri sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

RPP, Lembar Kerja, dan Materi Ekosistem dan Hubungan Makhluk Hidup - Materi IPA Kelas 5 - Kurikulum 2013

Halo, Bapak/Ibu Guru! Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi materi pembelajaran dan RPP lengkap untuk tema Ekosistem dan Hubungan Antar Makhluk Hidup yang diajarkan di kelas 5. Materi ini merupakan bagian penting dalam pelajaran IPAS karena mengajarkan siswa untuk memahami bagaimana makhluk hidup saling bergantung satu sama lain serta bagaimana lingkungan memengaruhi kehidupan mereka. Dalam pembelajaran ini, siswa diajak mengenal berbagai komponen ekosistem, baik biotik maupun abiotik, serta memahami bentuk-bentuk interaksi antarmakhluk hidup, seperti simbiosis, predasi, dan kompetisi. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan sejak dini. Materi dan RPP yang saya bagikan ini dirancang agar mudah digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, baik secara langsung di kelas maupun dalam pembelajaran jarak jauh. Semoga dapat membantu Bapak/Ibu dalam menyiapkan pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan. Silakan unduh melalui tautan be...

13 Rekomendasi Film Inspiratif Untuk Anak-Anak; Cocok Untuk Mengisi Liburan Sekolah

"Film ini bercerita tentang seorang alien rindu kampung halaman yang mendaratkan pesawat ruang angkasanya di dekat Hutan Afrika yang penuh warna. Teman-teman hewan barunya perlu membawanya kembali ke kapalnya dan mengajarinya tentang persahabatan dan kesenangan sebelum ayahnya yang Penakluk Luar Angkasa dapat mengambil alih planet bumi ini." -- Jungle Beat: The Movie -- 13 Film Inspiratif Dalam dan Luar Negeri           Untuk mengisi kegiatan selama pesantren kilat di madrasah, aku ditugasi mengunduh film yang cocok untuk anak-anak MI. Kelas 1 dan 2 direncanakan menonton pada hari Senin, sedangkan kelas 3 hingga 6 pada hari Selasa. Aku dapat tugas mencari film untuk kelas 3 hingga 6. Agak susah mencari film untuk kelas 3 hingga 6 karena kriteria yang diberikan kepala sekolah adalah harus inspiratif.           Masalahnya, anak-anak sekarang mudah sekali bosan. Mereka terbiasa menikmati video-video pendek yang sangat menarik de...

Unsur Bahasa dalam Teks Deskripsi: Kata Konkret, Kalimat Perincian, dan Majas Personifikasi

Unsur Bahasa dalam Teks Deskripsi: Kata Konkret, Kalimat Perincian, dan Majas Personifikasi Dalam menulis teks deskripsi , kita tidak hanya perlu memahami struktur dan isi, tetapi juga perlu menggunakan unsur kebahasaan tertentu agar deskripsi menjadi lebih hidup, jelas, dan menarik. Tiga unsur penting yang sering digunakan dalam teks deskripsi adalah: Kata konkret Kalimat perincian Majas personifikasi 1️⃣ Kata Konkret 📌 Pengertian Kata konkret adalah kata yang dapat ditangkap oleh indra manusia : bisa dilihat, didengar, dicium, diraba, atau dirasakan. Kata konkret membuat tulisan menjadi nyata dan mudah dibayangkan . 🔍 Contoh Kata Konkret: Bau harum , warna merah , suara gemericik , pasir halus , langit biru , daun kering ✍️ Contoh Kalimat Deskriptif: Di bawah pohon rindang itu, rumput hijau tumbuh rapat , angin sepoi-sepoi berhembus pelan , dan cahaya matahari menyinari dedaunan . ✔️ Kalimat ini menggunakan kata konkret seperti rumput hijau , angin sepoi...

“Saeka Kapti di Bawah Langit MetroBara: Kisah Semangat, Kebersamaan, dan Harapan pada HUT ke-30 MTs N 2 Banjarnegara”

Pagi itu, Selasa, 2 Desember 2025, halaman MTs Negeri 2 Banjarnegara berubah menjadi lautan manusia yang bergerak serempak. Dari kejauhan, barisan siswa tampak seperti pola geometris raksasa yang tersusun rapi, memanjang hingga ke sudut-sudut lapangan. Langit biru dengan awan tipis yang tertiup angin menjadi latar yang pas untuk perayaan besar: Hari Ulang Tahun ke-30 MTs N 2 Banjarnegara, yang akrab disebut MetroBara. Meski matahari naik cepat dan cuaca mulai terasa terik, semangat para siswa justru seolah mengimbangi panas yang turun dari langit. Tepat pukul 08.00, suara musik Melayu menggema, mengalun ritmis dan penuh energi. Dalam hitungan detik, 1.039 siswa mulai menggerakkan tangan, bahu, dan langkah secara serempak dalam Tari Melayu Massal —pertunjukan pembuka yang menjadi ikon perayaan HUT MetroBara tahun ini. Dari atas gedung lantai dua, pemandangan itu tampak menakjubkan: barisan siswa bergerak harmonis seperti ombak yang menyapu pantai. Kostum serba hitam berpadu dengan ...

Memahami Makna Imbuhan Ter- Dalam Bacaan; Materi Bahasa Indonesia Kelas 5 Kurikulum Merdeka

Manfaat kita belajar mengenai imbuhan ter- adalah agar kita semakin baik dalam berkomunikasi. Komunikasi dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Semua manusia tak bisa hidup tanpa berkomunikasi karena manusia adalah makhluk sosial. Tujuan Belajar Tujuan kita belajar kali ini adalah untuk mengetahui apa saja makna atau fungsi dari imbuhan ter- dalam sebuah kalimat. Selain itu, tujuan kita belajar kali ini adalah agar kita mampu menggunakan imbuhan ter- dengan benar. Manfaat kita belajar mengenai imbuhan ter- adalah a gar kita semakin baik dalam berkomunikasi. Komunikasi dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Semua manusia tak bisa hidup tanpa berkomunikasi karena manusia adalah makhluk sosial. Semakin baik kamu berkomunikasi semakin terlihat bahwa kamu orang yang berwawasan luas. Maka dari itu, pelajari materi kali ini dengan sungguh-sungguh, ya! Mengenal Imbuhan Imbuhan merupakan bunyi tambahan yang disisipkan pada sebuah kata, baik pada awal, tengah, akhir, atau awal d...

Tugas dan Materi Kalimat Tanggapan dan Saran; Materi Bahasa Indonesia Kelas 5; Kurikulum Merdeka

Sumber gambar: Kompasiana.com "Semoga dengan belajar tanggapan dan saran, kamu menjadi lebih bijaksana dalam bermain media sosial seperti tik-tok, quora, facebook, instagram, x, dan lain-lain. Mengenal Kalimat Tanggapan Pernahkah kamu berkomentar di media sosial? Berkomentar di media sosial merupakan bentuk tanggapan. Pelajaran kita kali ini bertujuan agar kalian semakin bijaksana dalam bermain media sosial, tidak asal komentar, menghargai pendapat orang lain, dan terhindar dari berita bohong alias hoax. Ok, langsung saja! Kalimat tanggapan bisa diartikan sebagai reaksi yang kita berikan terhadap suatu peristiwa atau suatu hal dalam bentuk kalimat. Kamu bisa memberikan tanggapan berupa dukungan, persetujuan, bahkan penolakan. Kamu juga bisa mengungkapkan perasaanmu sebagai bentuk tanggapan. Perhatikan Hal-hal Ini Untuk memberikan tanggapan ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan. Kesantunan . Ketika memberikan tanggapan, pastikan bahasa yang kamu gunakan santun...

Teks Deskripsi - Materi Bahasa Indonesia Kelas 7 - Fase D

TEKS DESKRIPSI Dalam kehidupan sehari-hari, kita akan sangat sering menemukan teks deskripsi. Misalnya, saat kita berbelanja secara online, kita sering menemukan teks deskripsi dalam sebuah produk. Penjual perlu mendeskripsikan produknya dengan jelas agar pembeli dapat memilih barang yang mereka butuhkan dengan tepat. Pada kesempatan kali ini, kita akan mempelajari tentang teks deskripsi. Bacalah materi berikut ini dengan saksama! Tanyakan kepada gurumu jika ada bagian yang sulit kamu pahami! Mengapa Kamu Perlu Mempelajari Teks Deskripsi? Adalah sebuah kekonyolan jika kamu mempelajari sesuatu tanpa tahu manfaatnya apa. Tapi, kekonyolan ini pun terkadang masih lebih baik dari pada tidak mempelajari apapun dalam hidupmu. Kalau kamu tahu apa manfaat mempelajari sesuatu, kamu bisa memutuskan akan mempelajarinya dengan tekun atau tidak sama sekali. Maka dari itu, mari kita bahas terlebih dahulu apa saja manfaat mempelajari teks deskripsi. Beberapa manfaat yang bisa kamu peroleh dengan...

Soal Ulangan Harian Bahasa Indonesia Kelas 5 BAB 4 Materi Imbuhan, Kalimat Tanggapan, Pantun, dan Pidato

Setiap hari adalah kesempatan baru untuk belajar dan berkembang. Yap! Betul sekali. Kita harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk belajar dan berkembang agar hidup kita lebih bermakna.  Kali ini, gurumulang membuatkan Soal Ulangan Harian Bahasa Indonesia BAB 4 Materi Imbuhan, Kalimat Tanggapan, Pantun, dan Pidato. Silakan klik tautan berikut untuk mengerjakan soal: 👉 [ KERJAKAN SOAL ] Kamu bisa langsung tahu skor yang kamu dapatkan, lho! Nanti tulis di kolom komentar, ya, skor yang kamu dapatkan. Kamu juga bisa langsung kerjakan soalnya di sini 👇  Memuat… Latihan soal lainnya: Latihan Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) Mapel Bahasa Jawa Kelas 4 Latihan Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) Mapel Bahasa Arab Kelas 4 Latihan Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) SKI Kelas 4 Latihan Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) Mapel Bahasa Inggris Kelas 4

Memperkaya Kosakata Siswa dengan Permainan Sambung Kata

"Permainan sambung kata bertujuan memperkaya kosakata siswa  terkait   tema-tema tertentu yang diinginkan." Kemampuan berpikir erat kaitannya dengan kemampuan berbahasa. Semakin pandai berbahasa semakin baik pula kemampuan berpikir. Agar kemampuan berbahasa meningkat, salah satu caranya dengan memperbanyak kosakata yang kita ketahui. Semakin banyak semakin baik. Permainan sambung kata bertujuan memperkaya kosakata siswa terkait tema-tema tertentu yang diinginkan. Saya akan menjelaskan aturan dasar bermain sambung kata terlebih dahulu. Dari aturan dasar, kita bisa kembangkan menjadi berbagai variasi. Baiklah, langsung saja. Beginilah aturan dasar dari permainan sambung kata: 1.      Peserta pertama menulis sebuah kata di papan tulis. Misalnya “TAHU”. 2.     Peserta kedua menulis kata yang huruf awalnya U misalnya “UANG”. Huruf awal U diambil dari huruf terakhir kata “TAHU” yang ditulis oleh peserta pertama. 3.  Peserta ketiga menul...

Download Games Pembelajaran Interaktif Ular Tangga Tanpa Dadu Hanya Pakai Ms. Word Cocok Untuk Kelas Anda!

Bapak/Ibu yang semoga selalu dirahmati Allah. Pada kesempatan kali ini gurumulang.blogspot.com akan membagikan sebuah games interaktif ular tangga yang bisa dimainkan di dalam kelas agar pembelajaran menjadi lebih menarik.  Games ular tangga merupakan game papan yang klasik tapi asyik. Kita memajukan bisak setelah melempar dadu. Jika dadu yang kita dapatkan adalah dua mata dadu, maka kita melangkahkan bidak sebanyak dua kotak.  Jika bidak kita menduduki kotak bertangga, maka bisak kita akan naik sesuai dengan panjang tangga itu. Namun, jika dadu kita menduduki kotak dengan ular, maka bidak kita harus turun sesuai dengan panjang ular tersebut.  Pemenang permainan ini adalah bidak yang mencapai kotak finish terlebih dahulu.  Agar games ini dapat lebih bermanfaat saat digunakan dalam pembelajaran maka kita perlu menambahkan aturan baru. Aturan itu adalah, sebelum siswa mengambil dadu untuk dilempar, mereka harus menjawab pertanyaan terlebih dahulu. Jika benar, barulah m...